August 2011
42 posts
Ini terlalu manis untuk tidak direblog.
Surat cinta Nayasari Aissa, kisah disamarkan. :PKatanya tanda-tanda seseorang adalah jodoh kita, ditunjukkan dengan dua tanda yaitu, dimudahkan atau mendekatkan diri kita dengan Allah. Denganmu, aku mendapatkan tanda yang kedua ternyata. Tak mudah menyadari bahwa ternyata mencintaimu adalah sebuah ujian bagiku, ujian yang menyenangkan. Hingga detik ini, aku bersyukur aku menyadari bahwa aku mencintaimu, semoga karena Dia, Tuhan yang Maha Pengasih.
Tahu kah kamu, Tiap kali aku rindu padamu, aku tak berani untuk mengirimkan BBM, SMS, atau bahkan meneleponmu. Kupendam rindu ini diam-diam, tak seorang pun tahu. Hingga kusadari, lebih baik kutitipkan rindu ini melalui Dia dalam doaku, dan kusiram rindu ini dengan ayat-ayatnya, hingga padam dengan sendirinya.
Aku yang dulunya, menyentuh 114 surat-surat cinta-Nya, hanya seminggu sekali, atau bahkan sebulan sekali, atau mungkin juga kalau ingat saja, mejadi sering membaca firman-firman-Nya, karena ternyata hati menjadi lebih tentram. Karenamu, itu semua karena rindu yang tak terungkapkan padamu.
Tak berani pula kuungkapkan perasaanku ini padamu, dulu. Kusadari belum tentu kamulah yang akan menjadi sahabat baik seumur hidupku. Karena itu lebih baik, diam-diam kuselipkan namamu dalam tiap sujudku, berharap Dia membukakan jalan jika benar kamulah yang akan ada disampingku setiap pagiku bangun, imam yang tepat bagiku, dan ayah yang baik bagi anak-anakku kelak.
Aku yang dulunya, tak sempat lagi duduk mengadahkan kedua tanganku padaNya, walau hanya beberapa menit, menjadi lebih banyak mengobrol padaNya. Juga karenamu, karena aku tak tahu harus mengungkapkan isi hati ini kepada siapa lagi, selain kepada penguasa dan pembolak-balik hati ini.
Ingatkah kamu waktu pertama kali kita bertemu, kau bilang aku sombong hingga setiap kita bertemu, aku hanya bisa berjalan tanpa memandangmu apalagi menyapamu. Tak tahu kah kamu, aku sungguh malu walau hanya menatapmu sejenak, apalagi sampai menyebut namamu, bisa pingsan kayaknya aku. Hee. Kamu masih ingat tidak? Kamu bilang butuh partner-in-crime untuk mengelilingi dunia, aku bilang cita-citaku pun sama, sehabis mengucapkan janji suci ini, aku tak sabar mewujudkan impian kita berdua, keliling dunia. Kamu ingat kita sering mengobrol sampai larut malam, membicarakan apa saja dari hal-hal tak penting seperti gosip kampus, hingga nasionalisme Bung Karno. Kita mengobrol di tempat yang berbeda walau sebenarnya kita memandang bintang dan bulan yang sama, mungkin itu yang membuat kita dekat. Sebentar lagi, kita akan, mungkin, mengobrol hal yang sama dari pagi sampai ke pagi lagi, bisa kamu bayangkan, haha, di tempat yang sama, bersebelahan, tahukah kamu aku sungguh excited mengingat ini. Aku tak sabar.
Sengaja kutuliskan surat cinta ini, surat cinta pertama kalinya dalam hidupku, sebagai tanda terimakasihku padamu. Karena sampai detik ini, sebenarnya aku masih tak percaya, bahwa besok aku akan menikah denganmu. Kamu yang diam-diam kusematkan namamu dalam doaku, kamu yang tak pernah berani aku khayalkan sampai menikah denganku, hingga, kamu yang ternyata datang dengan gagah berani datang ke orangtuaku, melamar anak gadis satu-satunya yang Ia miliki dengan penuh keyakinan bahwa kau ingin dia percaya bahwa kita bisa dan akan hidup bahagia bersama hingga di dunia dan akhirat. Terimakasih telah mempercayakanku sebagai tangan kananmu untuk mengarungi dunia ini bersama, terimakasih kamu mempercayai aku untuk menjadi ibu bagi anak-anakmu kelak.
Kepada, Brahma Nusantara. Terimakasih untuk segalanya, selamanya.
Dari, Nadira Sarawasti. Calon istrimu, yang ternyata diam-diam romantis yah, silahkan mengenalku lebih jauh sehabis ini.
so sweet tingkat dewa. sadis!
Ever thought of spending time in the prairie area of 12 ha? Which is unique because it isn’t at the arid regions, such as places in East Indonesia. The meadow is situated at the foot of the mountain Papandayan, West Java, having wet climate and low temperatures. It lies hidden amid thick forest and surrounding hills. Amazing! Want to know the origin of the formation of tegal panjang ? Just keep reading this article to know more..
kangen ke Tegal Panjang lagi..pengen ke Tegal Alun juga deh kalo ke Papandayan lagi :D
mimpi yang saya alamin ini sebenernya udah lama banget. hmm sejak kelas 3 SMA tahun 2007, jadi hampir 4 tahun lah ya. saya masih sangat ingat dengan jelas mimpi ini, bahkan dengan detail karena mimpi ini benar-benar membuat saya kaget dan membuat saya selalu teringat tentang kematian *agak horor ya, tapi begitulah*. cerita ini ngga dibuat-buat dan ditambah-tambahkan *eeaa*. apa yang saya tulis disini benar-benar murni dari ingatan akan mimpi saya dan semoga bisa membuat orang-orang jadi selalu ingat bahwa manusia itu suatu saat pasti akan diminta pertanggungjawabannya. oke, jadi begini mimpinya….
dalam mimpi itu, yang saya lihat dengan jelas adalah peristiwa kebakaran di sebuah rumah besar. saya, yang di dalam mimpi itu seperti ruh (kalau di film harry potter saya seperti masuk ke pensieve gitu) masuk ke dalam rumah yang terbakar itu dan melihat seorang lelaki yang kira-kira berusia 40 tahunan meninggal di dalam rumah. habis kejadian itu, keadaan berubah langsung ganti tempat menjadi di sebuah pemakaman. saya melihat sendiri orang tersebut dikubur. terus karena penasaran, saya ikutan masuk ke dalam kubur itu. di dalam sana, saya melihat si ruh lelaki itu merasa kebingungan celingak celinguk. lelaki itu tapi tidak menyadari saya ada disitu (jadi mirip di pensieve itu loh). oh iya, ruang di dalam kubur itu ga terlalu sempit tapi juga ga terlalu luas. ketika saya menengok ke atas, saya bisa melihat kaki orang-orang yang berada di sekitar kubur mulai menjauh. ga beberapa lama kemudian datang dua makhluk yang menyerupai manusia biasa yang memakai ihram, mukanya ga keliatan karena tertutup kain, dan yang jelas keduanya benar-benar bercahaya. cahaya yang dihasilkan dari tubuh keduanya begitu terang sampai-sampai mata saya menyipit. tanpa basa-basi mereka lalu bertanya kepada lelaki itu:
“man rabbuka?”
terus si lelaki itu menunjukkan ekspresi kebingungan. dia seperti orang linglung yang…yah gitu deh. bingung banget ekspresi mukanya. si malaikat itu pun mengulangi lagi pertanyaannya..lagi-lagi lelaki itu tidak bisa menjawab. terus karena itu, saya ngomong ke lelaki itu “Allahu rabbi”..tapi apa daya, si lelaki itu tidak bisa mendengar omongan saya. saya ulangi lagi ucapan saya tetapi tetap aja dia tidak bisa mendengar. lalu malaikat bertanya lagi:
“man nabiyyuka?”
sama, si lelaki itu ga bisa menjawab. saya berteriak lagi ke lelaki itu memberikan jawaban “Muhammadun nabiyyi”, tapi tetap dia tidak bisa mendengar. lalu ditanya lagi:
“man kitaabuka?”
tetap sama saja, ga bisa menjawab. si lelaki itu makin keliatan bingung dan panik. saya berteriak lagi ke lelaki itu “alquranul kitaabi”. lagi-lagi dia tidak bisa mendengar saya. setelah itu, kedua malaikat itu seperti memberitahukan sesuatu bahwa lelaki itu telah gagal dalam menjawa semua pertanyaan yang dia ajukan. lelaki itu merasa makin bingung dan panik. setelah itu malaikat itu langsung pergi dan menghilang, meninggalkan saya dan si lelaki. saya pun melihat si lelaki itu stres dan jatuh duduk menunduk.
habis itu saya lalu terbangun mendengar adzan subuh..dengan sangat kaget tentunya. shock. merasa aneh, karena mimpi itu benar-benar jelas banget. Wallahualam.
hari minggu kemarin saya ikut acara dari National Geographic Indonesia. udah lumayan lama sih saya ikut kegiatan-kegiatan dari NGI, jalan2 bareng, hunting foto bareng, dan gathering bareng. banyak temen2 baru yang saya kenal dari sana, apalagi para fotografer2 yang karyanya udah WAH banget. nah, kemarin itu saya sama beberapa teman2 NGI ngobrol2 dan sepakat ngerencanain acara bareng ke kawah ijen yang insya Allah kalo jadi di bulan desember. kenapa desember? ya karena cuma itu waktu libur yang tersedia dan karena teman2 saya pada udah kerja semua. yang bikin excited selain jalan barengnya adalah karena saya jalan bareng sama para fotografer2 yang udah oke bangetlah hasil2 karyanya. gear yang mereka punya juga udah WAH banget *dari hasil ngeliat gear di acara NGI kemarin, contohnya mas malik tuh*. semoga bisa berbagi ilmu fotografi dengan jalan bareng sama teman2 NGI nanti. ngga deng, yang penting hasil foto2 saya disana bagus2 HAHAHAHA =P